Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Feature

2019: Penjelajahan Pemikiran dan Janji Kehidupan pada Huma di Atas Bukit

Awal 2019 ini saya kembali menekuni pertanian. Senang sekali bisa 'pulang ke rumah' :) #1 Hari ini saya sedang sangat gembira sekaligus letih, namun tidak dapat menahan diri untuk berbagi. Kontradiktif e? Ya, saya masih :D Saya ingin sekali menulis banyak hal tentang penjelajahan saya di dunia baru; bidang perkebunan. Juga mengenai perkembangan proyek pertanian sayur saya yang rencana akan dimulai pada Februari mendatang. Beberapa gagasan terkait filmografi, bidang yang belum lama saya tekuni--sedianya akan juga saya bagikan. Sebagai akibat dari kontra kondisi di atas, dalam catatan perdana saya pada 2019 ini, saya bagikan dulu teasernya. Cerita lanjutan segera menyusul. Mungkin akan lewat serial feature ;) Salam Hangat dari Dunia Kecil. Sampai nanti! _pelancong

Mengenai Kebersihan Rumah Makan di Flores dan Timor

Jemarinya cekatan mencelup peralatan makan; mangkok, gelas plastik, sendok dan garpu—ke dalam baskom. Ia membasuh sisa makanan dengan air dari baskom. Lantas dari wadah yang lain, si gadis yang usianya tak lebih 13 tahun—mengambil sabun dan membasuh perkakas tersebut. Barangkali empat atau lima kali sapuan. Lalu membilaskannya pada baskom yang lain. Sekarang, peralatan yang nampak bersih itu dia letakkan pada tirisan. Tak berselang lama, perempuan yang lebih tua, mungkin ibu si gadis tadi, mengambil mangkok yang belum seberapa kering itu. Lalu meletakkan mie dan kuah serta lainnya. Lalu seorang bapak bergegas mengantar pesanan kepada pengunjung yang nampaknya menunggu tidak sabaran. Lantas kembali dengan peralatan makan dari pelanggan lainnya. Dan si gadis kembali bekerja. Dengan baskom yang sama, air yang sama. Sabun yang sama. Warung tenda di koridor utara Taman Nostalgia Kupang memang sibuk pada jam seperti ini. Jam 9 malam, suatu hari di bulan Agustus 2015. Ilustrasi r...

Kemerdekaan Itu Optimisme

Geliat Wisata dalam Festival Tari Etnik di Hewokloang Bagi warga Sikka, ada warna berbeda dalam perayaan 17 Agustus tahun ini. Bila di Kota Maumere Hari Kemerdekaan diperingati dengan monoton lewat lomba Gerak Jalan seperti tahun-tahun sebelumnya, di pelosok kabupaten perayaan tampak lebih semarak. Kecamatan Kangae di timur Kota Maumere menggelar The Voice Kangae. Kompetisi menyanyi yang diadaptasi dari The Voice Indonesia digelar untuk menjaring penyanyi-penyanyi berbakat dari wilayah Kangae. Kontes ini berlangsung tiga malam sejak tanggal 9 hingga 11 Agustus. Sementara itu di pulau Koja Doi, warga merayakannya dengan pentas musik akustik. Acara ini terbilang unik mengingat ia diinsiasi oleh perangkat pemerintah dari wilayah lain. Lurah Friets Agustinus dari Nangameting memboyong Dewata Nangameting Acoustic—group musik milik kelurahan—mementaskan musik untuk warga Lebantour di Koja Doi dan desa-desa lain di sekitar Teluk Maumere. Lain lagi di Kecamatan Hewokloa...

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Bank Sampah Flores, Maumere

Komitmen Zero Waste dan Pemberdayaan Kaum Difable Deklarasi dan solusi "Sikka Sadar Sampah: Rduce, Reuse, Recycle Menuju Sikka Adipura, 21 Februari 2015 Pantai Paris-Maumere, 14 Desember 2015. Semenit lagi jam 5 sore. Oma Wati baru saja selesai menyimpan sisa potongan kain, gunting dan bungkus mie instan yang tadinya berada di atas mesin jahit manual itu. “Saya biasanya berhenti jam setengah lima, tetapi maunya cepat selesai (menjahit tas belanja)”. Nyatanya kantong belanja itu tidak dapat diselesaikan, “saya kaget sudah jam lima”, begitu kata Oma Wati. Lelah wanita paruh baya itu terbayar sudah. Nyatanya hari ini satu tas dan satu dompet wanita selesai dikerjakan. Tidak dengan Paulus, jongkok di bawah rumpun pohon koli (lontar, red) mengerjakan proyek aquaponic rupanya mengalih perhatiannya dari langit yang mulai muram. Memang belum jam 6 sore, namun awan cumulus terus datang beberapa hari terakhir. Sudah musim hujan. “Bapa bule saya pulang du...

Pengembangan Hybrid Engineering di Pantai Paris, Kabupaten Sikka:

Bekerja Dengan Alam, Menyelamatkan Ekosistem Kawasan Pesisir Pantai  Pesisir utara wilayah Kabupaten Sikka pada dalam dua dasawarsa terakhir--selepas bencana tsunami 12 Desember 1992--menghadapi peningkatan abrasi. Dampak dari pada abrasi ini seperti dapat disaksikan adalah berkurangnya daratan dan meningkatnya resiko bencana terutama bagi penduduk di kawasan pesisir pantai.   Kawasan pengembangan hybrid engineering di Pantai Paris-Lokaria, Kabupaten Sikka di dalam area sekitar 600 m 2 Dahulu ramah hembusan angin melambaikan nyiur di sepanjang kawasan ini seperti disyairkan oleh Daniel Woda Palle, Bupati Sikka Tahun 1977-1988 dalam lagu "Maumere Manise". Sekarang tak berlaku lagi. Angin adalah momok yang menakutkan. Angin topan yang biasa terjadi pada bulan Februari - Maret di wilayah pantai utara seringkali memicu gelombang pasang yang kemudian menghantam pantai dan mengakibatkan erosi dan abrasi. Berikut rangkuman berita terkait gelombang pasang ...
Mahasiswa Yang Linglung?   Cerita Kecil Tentang Mahasiswa Masa Kini Bandar Udara Frans Seda Maumere, NTT, Selasa 13 Oktober 2015 - Saya tengah bersama seorang sahabat, Karaeng 'Ara' Corebima ketika percakapan ini berlangsung. Sambil menunggu jadwal check in untuk penerbangannya, pria paruh baya ini mengutarakan pada saya tentang pertemuannya dengan seorang mahasiswa salah satu universitas di Kota Maumere. Cerita Ara, "saya kemarin ketemu dengan satu mahasiswa, adik tingkat pada program studi yang sama dengan kamu, Ilmu Komunikasi. Saya tanya dia, 'apa alasan kamu mengambil jurusan itu dan nanti setelah lulus mau jadi apa?' Kemudian saya katakan ke dia, 'banyak orang jadi wartawan dengan belajar otodidak. Banyak juga yang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi yang juga otodidak. Tidak perlu sekolah khusus untuk bidang ini'.  Anak itu kebingungan. 'Tidak tau', hanya itu jawaban dia", pungkas Ara. Ilustrasi (Sumber: riz...

Pesta Sambut Baru Orang Sikka, Dulu Dan Sekarang

Sumber Foto: www.inimaumere.com “Setelah keluar misa, mereka yang sambut baru bersama bapa-mama atau orang yang mendampingi, ikut rumah anak sambut baru yang paling ujung kampung, makan rame-rame dari rumah anak sambut baru yang pertama sampai terakhir. Orang siapkan makanan seadanya. Lalu seluruh anak yang sambut baru, termasuk yang rumahnya sudah dikunjugi, berpindah ke rumah lainnya, diiringi oleh musik suling. Gong waning tidak ada. Tidak ada undangan. Poi te ita e orit  (hanya kita di dalam rumah)” Begitulah penjelasan yang saya dapatkan dari Maria Kristina ihwal pesta sambut baru di Maumere sekitar tahun 1960an. Wanita paruh baya ini adalah seorang ibu rumah tangga. Lahir dan besar di Desa He’o, Kecamatan Hewokloang, dia kemudian hijrah ke Kota Maumere untuk   belajar di Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga Maumere. Ibu dari enam putera-puteri ini sempat mengajar di SMP Renha Rosari Kewapante sebelum kemudian memutuskan berhenti. Saat ini Ibu Kristi...