Langsung ke konten utama

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT
Teks & Foto: HYF




Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”. 

 


Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-.

Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana perlahan lengang. Para siswa diarahkan menuju kelas-kelas sesuai cabang perlombaan. Mereka mengisi kursi dan meja yang diatur berpasangan. Tujuh hingga delapan pasangan tim duduk terpaut satu meter dari kompetitornya. Ada tiga cabang dalam kompetisi ini; cabang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan cabang Bahasa Inggris (Storry Telling).

Antuasisme Peserta Lomba

Menarik untuk menyaksikan secara langsung perlombaan ini. Ekspresi para pesera melukis kesungguhan memenangkan perlombaan. Seperti siswa putra-putri di ruang MIPA 1-5 misalnya. Mereka hampir tak sempat untuk memandang ke luar jendela. Padahal hujan makin lebat. Seolah curahan air hujan tidak menimbulkan kegaduhan tapi menghadirkan ketenangan. Mereka hanya nampak berdiskusi dengan rekan setim yang berdampingan bangku.

Saya sempat berbincang dengan Ulri Bagus, S.Pd. di koridor Kelas 5 cabang perlombaan IPS. Guru SMPN 1 Nangkerembong Manggarai ini mendampingi 6 siswa. Dia menutur, para siswanya tetap antusias berlomba walau mereka mesti melintasi 400 Km perjalanan darat selama 12 jam.

Babak penyisihan yang dimulai pukul 10.30 WITA berlangsung selama dua jam. Lantas sore di hari yang sama, peserta yang lolos ke babak semi final melanjutkan estafet perlombaan dengan Rally Games. 
Babak Final cabang IPS Sabtu 19 Maret 2016 (Foto: HYF)

SMPK St. Theresia Kupang Raih Juara Umum

Gelaran lomba di hari kedua tak kalah menarik. Ketegangan tidak dapat disembunyikan dari wajah lima tim peserta yang lolos ke babak final cabang IPS. Kelima tim itu berasal dari SMPK St. Theresia Kupang, SMP St. Pius Lewoleba, SMPN 1 Maumere, dan dua tim dari SMPK Frater Maumere.



Ekspresi wajah peserta bergantian. Kecewa kala salah menjawab, lega saat jawaban dibenarkan juri. Penonton pun tak kalah atraktif. Pekik “YESS!!!” atau “HUUU” menggema di bawah tenda. Final cabang IPS berlangsung pukul 14.00. Sebelumnya Final cabang MIPA telah digelar. Sementara Final Bahasa Inggris berlangsung malam hari.

Perhelatan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT” berakhir dengan pengumuman para pemenang pada pukul 22.00. SMPK St. Theresia Kupang yang meraih Juara Umum memboyong 4 piala tetap, tropi, dan uang pendampingan. Mereka juga berhak menyimpan Piala Bergirilir Gubernur NTT hingga perhelatan serupa di tahun depan.

Grace Janet (13 tahun) dan Christian Bastian (14 tahun) yang diwawancarai usai
pengumuman pemenang tidak dapat menyembunyikan raut muka gembira. Dua pelajar SMPK St. Theresia Kupang ini menyabet juara pertama cabang MIPA. “Bangga pastinya,” kata Bastian yang diamini Grace. Mereka mengakui tidak memiliki persiapan khusus untuk mengikuti kompetisi ini. “Kami sering mengerjakan soal bersama,” tutur Bastian.

Bastian sudah 9 kali naik panggung perlombaan. Ini perlombaan ke 10 yang dia ikuti dan menjadi ajang terbesar yang dia menangkan. “Semester kedua tahun lalu juara 1 lomba tenik di Universitas Nusa Cendana Kupang,” jabar Bastian. Seperti halnya Bastian, bagi Grace mengikuti berbagai perlombaan bukan hal baru. Remaja putri ini telah 8 kali terlibat sebagai peserta kompetisi. Walau beberapa soal cukup membingungkan, Grace mengatakan mereka mampu mengerjakan sebagian besar soal dengan baik.

Merenda Masa Depan Generasi Berprestasi

SMATER Maumere telah membuat langkah besar dengan menyelenggarakan event tahunan yang melibatkan Sekolah-Sekolah Menengah Pertama dari kabupaten se-NTT. Bak gayung bersambut, kegiatan ini nyatanya mendapat sambutan positif dari banyak SMP di NTT. Terbukti hampir 40 sekolah dan sekitar 300 siswa dari berbagai kabupaten terlibat dalam kompetisi tahun ini. Apresiasi juga datang dari Dinas PPO Provinsi NTT dan Dinas PPO Kabupaten Sikka.

Menurut Frater M. Polikarpus BHK, S.E., M.Pd, Kepala Sekolah SMATER yang menginisasi event ini, anak-anak NTT memiliki potensi luar biasa. Untuk itu, rasa percaya diri para siswa perlu dipupuk dengan mengikuti beragam kompetisi. “Dengan mengikuti kompetisi, para siswa juga dapat menimba kelebihan dari teman-teman mereka dari sekolah lain,” imbuh Frater Poli saat ditemui pada Selasa (21/3).

Frater Poli menaruh harap lebih banyak SMP di NTT terlibat dalam pergelaran serupa tahun depan. “Saya berharap dari setiap kabupaten/kota ada perwakilan. Kami juga berharap tahun depan ada peserta dari daratan Sumba. Dengan support pemerintah provinsi dan kabupaten, event ini akan berkembang baik,” tutup beliau.




Para Pemenang Lomba
MIPA
Peringkat
Nama Sekolah
Hadiah
1
SMPK St. Theresia Kupang
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 5.000.000,-
2
SMP Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 4.000.000,-
3
SMPN 1 Maumere
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 3.000.000,-
4
SMPK Frateran Ndao
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 2.000.000,-
5
SMPK St. Ursula Ende
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 1.000.000,-

IPS
Peringkat
Nama Sekolah
Hadiah
1
SMPK St. Theresia Kupang
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 5.000.000,-
2
SMP St. Pius Lewoleba
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 4.000.000,-
3
SMPN 1 Maumere
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 3.000.000,-
4
SMPK Frater Maumere
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 2.000.000,-
5
SMPK Frater Maumere
Piala tetap
Tropi
Uang pembinaan Rp 1.000.000,-

 
Para pemenang SMATER Science And English Competition 2016 berfoto bersama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.