Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Environment

Bank Sampah Flores, Maumere

Komitmen Zero Waste dan Pemberdayaan Kaum Difable Deklarasi dan solusi "Sikka Sadar Sampah: Rduce, Reuse, Recycle Menuju Sikka Adipura, 21 Februari 2015 Pantai Paris-Maumere, 14 Desember 2015. Semenit lagi jam 5 sore. Oma Wati baru saja selesai menyimpan sisa potongan kain, gunting dan bungkus mie instan yang tadinya berada di atas mesin jahit manual itu. “Saya biasanya berhenti jam setengah lima, tetapi maunya cepat selesai (menjahit tas belanja)”. Nyatanya kantong belanja itu tidak dapat diselesaikan, “saya kaget sudah jam lima”, begitu kata Oma Wati. Lelah wanita paruh baya itu terbayar sudah. Nyatanya hari ini satu tas dan satu dompet wanita selesai dikerjakan. Tidak dengan Paulus, jongkok di bawah rumpun pohon koli (lontar, red) mengerjakan proyek aquaponic rupanya mengalih perhatiannya dari langit yang mulai muram. Memang belum jam 6 sore, namun awan cumulus terus datang beberapa hari terakhir. Sudah musim hujan. “Bapa bule saya pulang du...

Pengembangan Hybrid Engineering di Pantai Paris, Kabupaten Sikka:

Bekerja Dengan Alam, Menyelamatkan Ekosistem Kawasan Pesisir Pantai  Pesisir utara wilayah Kabupaten Sikka pada dalam dua dasawarsa terakhir--selepas bencana tsunami 12 Desember 1992--menghadapi peningkatan abrasi. Dampak dari pada abrasi ini seperti dapat disaksikan adalah berkurangnya daratan dan meningkatnya resiko bencana terutama bagi penduduk di kawasan pesisir pantai.   Kawasan pengembangan hybrid engineering di Pantai Paris-Lokaria, Kabupaten Sikka di dalam area sekitar 600 m 2 Dahulu ramah hembusan angin melambaikan nyiur di sepanjang kawasan ini seperti disyairkan oleh Daniel Woda Palle, Bupati Sikka Tahun 1977-1988 dalam lagu "Maumere Manise". Sekarang tak berlaku lagi. Angin adalah momok yang menakutkan. Angin topan yang biasa terjadi pada bulan Februari - Maret di wilayah pantai utara seringkali memicu gelombang pasang yang kemudian menghantam pantai dan mengakibatkan erosi dan abrasi. Berikut rangkuman berita terkait gelombang pasang ...

"Kresek dalam Tas dan Seorang Pemudi"

Saya mengenal seorang pemudi. Dua puluh tiga tahun usianya. Kemana - mana dia dia selalu membawa tas besar. Jangan berpikir tentang tas jinjing merek Prada. Ini hanya sebuah tas panggul. Tas uzur yang sudah jadi beban di punggungnya sejak masih kuliah. Di dalam tas yg memiliki beberapa kantung itu, pemudi ini menyimpan 1 kresek yang selalu dia bawa serta. Dalam 1 kesempatan bertugas bersama dalam kurun waktu 1 bulan, saya mengamati kebiasaannya yang selalu menyimpan sampah miliknya di kresek itu; bungkusan permen, tisu bekas pakai. Yah, sampah - sampah kecil yang sering kita temui tergeletak begitu saja di jalan. Dia menyimpan sampah2 miliknya itu. Nanti saat bertemu TPS, dia akan mengeluarkan sesampahan itu dari kresek dalam tas punggung yg selalu dia bawa kemana - mana itu dan dibuangnya di TPS. Kresek kosong bekas menampung sampah dia lipat kecil - kecil, ditaruh di salah satu kantong di dalam tas. Dia pergi meninggalkan Tempat Pembuangan Sementara itu. Begitulah saya mengamat...

Recycle Barang Bekas, Bank Sampah Flores Satu Olah Kertas Koran Jadi Bingkai Foto

Para pengrajin dan bahan kreasi mereka Anda tentu sering menemukan aneka makanan dan jajanan yang dibungkus menggunakan kertas bekas koran. Juga bukan pemandangan yang baru jika kertas – kertas ini Anda temui dijadikan pembungkus saat Anda berbelanja paku di toko bangunan. Namun, menemukan bingkai foto artistik dengan bahan baku utamanya dari kertas bekas koran tentu belum menjadi pemandangan yang umum dijumpai saat ini. Bingkai foto dari kertas bekas koran adalah satu contoh kerajianan tangan yang diproduksi dari sampah rumah tangga. Usaha ini tengah dikembangkan oleh Bank Sampah Flores Satu, lembaga pengelola sampah berbasis masyarakat yang berkantor di Jln. Nairoa, Desa Habi, Kab. Sikka. “Sampah itu bisa dijadikan uang. Bank Sampah (Flores Satu, red) menerima tabungan sampah anorganik dari perorangan atau lembaga. Setelah tabungan diterima, sebagian akan dijual kepada pengepul di Maumere atau Surabaya. Sebagian akan didaur ulang menjadi kerajinan” demikian penuturan Susilowat...