Saya mengenal seorang pemudi. Dua puluh tiga tahun usianya. Kemana - mana dia dia selalu membawa tas besar. Jangan berpikir tentang tas jinjing merek Prada. Ini hanya sebuah tas panggul. Tas uzur yang sudah jadi beban di punggungnya sejak masih kuliah.
Di dalam tas yg memiliki beberapa kantung itu, pemudi ini menyimpan 1 kresek yang selalu dia bawa serta. Dalam 1 kesempatan bertugas bersama dalam kurun waktu 1 bulan, saya mengamati kebiasaannya yang selalu menyimpan sampah miliknya di kresek itu; bungkusan permen, tisu bekas pakai. Yah, sampah - sampah kecil yang sering kita temui tergeletak begitu saja di jalan.
Dia menyimpan sampah2 miliknya itu. Nanti saat bertemu TPS, dia akan mengeluarkan sesampahan itu dari kresek dalam tas punggung yg selalu dia bawa kemana - mana itu dan dibuangnya di TPS. Kresek kosong bekas menampung sampah dia lipat kecil - kecil, ditaruh di salah satu kantong di dalam tas. Dia pergi meninggalkan Tempat Pembuangan Sementara itu.
Begitulah saya mengamati kebiasaan si pemudi rekan kerja saya dalam 1 bulan kami bertugas.
_pelancong 19 Januari 2015
19.02 WITA
Di dalam tas yg memiliki beberapa kantung itu, pemudi ini menyimpan 1 kresek yang selalu dia bawa serta. Dalam 1 kesempatan bertugas bersama dalam kurun waktu 1 bulan, saya mengamati kebiasaannya yang selalu menyimpan sampah miliknya di kresek itu; bungkusan permen, tisu bekas pakai. Yah, sampah - sampah kecil yang sering kita temui tergeletak begitu saja di jalan.Dia menyimpan sampah2 miliknya itu. Nanti saat bertemu TPS, dia akan mengeluarkan sesampahan itu dari kresek dalam tas punggung yg selalu dia bawa kemana - mana itu dan dibuangnya di TPS. Kresek kosong bekas menampung sampah dia lipat kecil - kecil, ditaruh di salah satu kantong di dalam tas. Dia pergi meninggalkan Tempat Pembuangan Sementara itu.
Begitulah saya mengamati kebiasaan si pemudi rekan kerja saya dalam 1 bulan kami bertugas.
_pelancong 19 Januari 2015
19.02 WITA
Komentar
Posting Komentar