
Ende, 1 Oktober 2014
Saya pernah mendengarkan bisikan seseorang kepada temannya, "everybody wants to come to Jogja"_menjelaskan tetang bagaimana Kota Pelajar itu menjadi magnet bagi banyak orang.
Layaknya Jogja, Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT telah menjadi destinasi wisata buat banyak orang di luar sana, selain tentunya pengunjung dari Flores sendiri. Para turis ingin menyaksikan sendiri cerita yang telah mereka dengar tentang tiga kawah danau yang warnanya selalu berubah - ubah.
Saya pernah mendengarkan bisikan seseorang kepada temannya, "everybody wants to come to Jogja"_menjelaskan tetang bagaimana Kota Pelajar itu menjadi magnet bagi banyak orang.
Layaknya Jogja, Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT telah menjadi destinasi wisata buat banyak orang di luar sana, selain tentunya pengunjung dari Flores sendiri. Para turis ingin menyaksikan sendiri cerita yang telah mereka dengar tentang tiga kawah danau yang warnanya selalu berubah - ubah.
![]() |
| Dinding pembatas kawah makin menipis |
Sudut Pandang
Mengabadikan kenangan jadi salah satu tujuan orang ke tempat wisata; memotret.
Namun sudah ada begitu banyak foto tetang Kelimutu. Saya memilih memotret subyek yang selama ini tidak melekat ke benak saya, dan benak banyak orang (mungkin) berkaitan dengan danau tiga warna itu. Tetang dinding pembatas antar kawah yang makin hari makin tipis, tetang pohon - pohon tinggi menjulang yang membangun atsmofer seperti dalam film - film Eropa.
Juga tentang monyet yang agak sangar disana. Begitu pula ada gunung di kejauhan yang haah..serasa melihat lukisan.
Semoga foto - foto ini menambah sudut pandang kita terhadap Danau Kelimutu.









Komentar
Posting Komentar