Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Bermimpi tentang Nusantara dari Nusa Tenggara

  Berhadapan dengan masa depan yang begitu menantang, sebagai anak kota terpencil di negeri Timur jauh, sa penasaran pada beberapa hal: Hidup di NTT yang terpisah di beberapa pulau ini apakah: 1. Kita punya visi bersama; pada *Nusa Tempat Titipan* ini anak Timor Sabu Rote Sumba Alor Lembata Flores mau titip mimpi apa 10 tahun ke depan? 25 tahun ke depan? 50 tahun ke depan? 2. Mo mimpi apa? Usaha ekstraktif yang fokus pada UMKM pertanian perkebunan dan kelautan mengendepankan kesejahteraan? Ato pariwisata? Wisata macam apa? 3. Fokus pada industri kreatif? Berapa banyak kampus yang su punya industri kreatif masa depan semacam prodi sinematografi, arsi vernakular? Etc 4. Bemana kita berhadapan dengan penyediaan sumber pangan di kala krisis iklim justru menghantam pulau-pulau kecil? 5. Bemana kita bisa menjamin distribusi kekuasaan bisa menyentuh kelompok terpinggir dari masyarakat? Bemana kawan-kawan dengan kebutuhan khusus boleh bebas bertualang karena fasilitas publik su bagus? Baga...
  Senang sekali, setelah 5 tahun membuat visual branding mama-mama penganyam di Solor, Rekavisual Studio dapat kesempatan produksi Sobe Lontar, sebuah film dokumenter petualangan anak. Banyak terima kasih untuk dukungan pendanaan Indonesiana.tv Terima kasih untuk kawan-kawan yang sudah buat ini jadi nyata. Mba Ree Rini Kartini kaka nona Hanna Keraf kaka Deasy yang kayanya tida pake medsos itu, dan kaka mahasiswa Afy Danus . Kalian terbaik Kami makin gembira karena dari NTT ada 2 rumah produksi lainnya; AW Visual dan Tropical Voyage Indonesia; yang berkesempatan memproduksi film fiksi. Kalian keren, bung! Sobe Lontar akan melibatkan Subyek Utama: Mama Ima, Eric dan Efrem. Mereka keluarga penganyam yang hebat! Profilnya akan kami kenalkan nanti Mumpung kesempatan memungkinan, Rekavisual berupaya memanfaatkan momentum ini untuk melampiaskan ambisi yang sudah ditahan dari kapan tahun: Anak Timur Buat Film Timur yang enak memang wkwk Dalam ketaatan produksi dokumenter, kami ingin tet...

Kabupaten Sikka kehilangan PAD 330 juta/tahun dari selisih setoran retribusi parkir Pasar Wuring?

  Sudut pandang saya dalam polemik penutupan Pasar Wuring Selama sebulan ke belakang, wacana Penjabat (Pj) Bupati Sikka menutup aktivitas usaha di Pasar Wuring telah memicu polemik di kalangan masyarakat. Mayoritas narasi kontra terhadap agenda ini. Puncaknya, pasca keluar surat dari Bagian Ekonomi Setda Sikka, pedagang Pasar Wuring menggelar serangkaian demonstrasi. Saya termasuk di antara warga yang berseberangan dengan pemerintah dalam kasus ini. Mumpung ada kelebihan waktu, saya ingin membawa teman-teman berkelana dalam jaring pemikiran saya tentang Wuring dan sekitarnya. Untuk membaca Wuring secara proporsional, kita bisa mulai perjalanan ini dengan terlebih dahulu menyusuri riwayat historis ‘kampung’ Wuring. Lalu berpindah menelaah Wuring sebagai titik panas transaksi keuangan, dan dugaan motif yang melatari keputusan kontroversial ini. Setelahnya, kalau kalian betah membaca, saya ingin membawa kalian berkunjung pada tawaran pemecahan masalah dengan membahas tata kelola ‘kamp...

Ulasan Buku Rich Dad, Poor Dad: Melepaskan belenggu uang untuk merayakan hidup

  Hari-hari ini imajinasi tentang merayakan hidup tidak lagi milik semua orang. Tapi hanya oleh segelintir orang. Tanyakan mengenai tujuan hidup, jawaban orang-orang akan mengarah kepada bagaimana mendapat uang. Di masa yang lalu orang bekerja ketika musim tanam hingga panen. Setelah perayaan panen berakhir, orang mengisi waktu dengan mencipta kerajinan, bermain musik, nongkrong, berfilsafat, dan kawin. Jika manusia yang hidup 300 tahun lalu boleh datang untuk mengamati kehidupan sekarang, mereka bakal terkagum-kagum dengan teknologi yang kita punya sekaligus bakal terheran-heran bagaimana bisa manusia menjadi budak dari teknologi yang sejatinya diciptakan untuk memudahkan urusan hidup. Sejak berkembangnya kapitalisme yang ditandai dengan revolusi industri pertama, tampaknya pendidikan formal di banyak negara, apakah ia negara kaya atau negara berkembang--dirancang untuk menghasilkan kelas pekerja. Dari sekolah dasar sampai universitas, lebih banyak pelajaran tentang bagaimana menj...

Kota yang makin panas dan pemilu yang tinggal sebentar lagi

  Ada kejadian lucu yang terus berulang setiap siang di perempatan Kantor Pos. Pas lampu merah ko akan liat pengendara bergerombol tunggui pergantian lampu lalu lintas di bawah naungan beringin yang jaraknya 30 meter dari titik lampu. Sementara di dekat perempatan, kendaraan lebih sedikit. Masalahnya klasik: panas. Tiada pohon di sekitar lampu lalu lintas di jalur Sudirman. Kenapa? Bupati Ansar su babat di tahun 2015 Kalo ko melintas dari Waioti menuju pusat kota di jam pulang sekolah, ko akan liat anak-anak SMA Bhaktyarsa berjalan pulang di trotoar yang berlawanan arah. Karena menuju pusat kota, pepohonan hanya tersisa di sisi utara jalan. Sisi selatannya? Ansar su babat di tahun 2015. Mati ee, babat smua nii Kapan terakhir kali penanaman pohon di trotoar? Lebih dari 20 tahun lalu. Nimba diantara angsono di sepajang jalur kota, mereka ditanam lewat program Bupati Paulus Moa, antara tahun 1998 - 2003. Angsono yang sisa sedikit di sepanjang trotoar kota Maumere tu ditanam di jaman B...