Langsung ke konten utama

 Senang sekali, setelah 5 tahun membuat visual branding mama-mama penganyam di Solor, Rekavisual Studio dapat kesempatan produksi Sobe Lontar, sebuah film dokumenter petualangan anak. Banyak terima kasih untuk dukungan pendanaan Indonesiana.tv

Terima kasih untuk kawan-kawan yang sudah buat ini jadi nyata. Mba Ree Rini Kartini kaka nona Hanna Keraf kaka Deasy yang kayanya tida pake medsos itu, dan kaka mahasiswa Afy Danus. Kalian terbaik 🌱🍁
Kami makin gembira karena dari NTT ada 2 rumah produksi lainnya; AW Visual dan Tropical Voyage Indonesia; yang berkesempatan memproduksi film fiksi. Kalian keren, bung!
Sobe Lontar akan melibatkan Subyek Utama: Mama Ima, Eric dan Efrem. Mereka keluarga penganyam yang hebat! Profilnya akan kami kenalkan nanti 🙂
Mumpung kesempatan memungkinan, Rekavisual berupaya memanfaatkan momentum ini untuk melampiaskan ambisi yang sudah ditahan dari kapan tahun: Anak Timur Buat Film Timur yang enak memang wkwk
Dalam ketaatan produksi dokumenter, kami ingin tetap bisa memaksimalkan tata gambar, cahaya, musik dan artistik. Serta harus baik manajemennya.
Untuk itu, Sobe Lontar membutuhkan tim yang hebat. Akan ada:
Sutradara Ruli Said
Sinematografer Bernard Lazar
Desainer produksi Inno Chrisanthos
Manajer produksi Christian Tunggal
Keempat orang ini telah menunjukkan karya visual yang apik dan menginsipirasi pekerja seni di Maumere. Semoga Sobe Lontar bisa memperkenalkan mereka ke pentas yang lebih besar 🤟
Saya sendiri rencananya mo melarikan diri kas tinggal mereka hahaha.. Tidaa, sa kerja bagian yang paling sa suka: riset, menulis, dan mengamati pekerja seni berkesenian 🙂
Tim ini belum sempurna. Kami ingin melibatkan Anak Timur keren lainnya di posisi Penata suara dan Penata musik. Ada usul gaes?
Salam,
HYF

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.