Floresweg Geopeno, Titik Tengah Pulau Flores dan Mitos Perempuan Cantik dan Lelaki Gagah KM 17 Kabupaten Ende saban tahun mengganggu perlintasan trans Pulau Flores dengan longsornya dinding tebing. Pengguna jalan dipaksa menunggu dalam antrian panjang sementara pekerja konstruksi membereskan tumpahan material longsoran sekira 200 meter di jalanan. Namun, bagi Anda yang pernah melintas disepanjang jalur ini, pernahkah Anda memperhatikan di bibir jalan yang berbatas jurang terdapat sepasang batu besar seukuran lingkar tangan sepuluh orang dewasa? Pada salah satu batu dibuatkan prasasti yang menggurat kata "Floresweg Geopeno" bertanggal 31 Agustus 1925. Seorang teman saya menutur prasasti itu dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda pada saat pengerjaan jalur jalan ini untuk menandai titik tengah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Batu raksasa di bahu jalan KM 17 Kabupaten Ende. Pada satu sisi batu terdapat prasasti "Floresweg Geopeno". Kon...