Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015
Floresweg Geopeno, Titik Tengah Pulau Flores dan Mitos Perempuan Cantik dan Lelaki Gagah    KM 17 Kabupaten Ende saban tahun mengganggu perlintasan trans Pulau Flores dengan longsornya dinding tebing. Pengguna jalan dipaksa menunggu dalam antrian panjang sementara pekerja konstruksi membereskan tumpahan material longsoran sekira 200 meter di jalanan. Namun, bagi Anda yang pernah melintas disepanjang jalur ini, pernahkah Anda memperhatikan di bibir jalan yang berbatas jurang terdapat sepasang batu besar seukuran lingkar tangan sepuluh orang dewasa? Pada salah satu batu dibuatkan prasasti yang menggurat kata "Floresweg Geopeno" bertanggal 31 Agustus 1925. Seorang teman saya menutur prasasti itu dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda pada saat pengerjaan jalur jalan ini untuk menandai titik tengah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Batu raksasa di bahu jalan KM 17 Kabupaten Ende. Pada satu sisi batu terdapat prasasti "Floresweg Geopeno". Kon...

A Moment To Remember; Bertani Sayur

  Sayur sawi kami (20 September 2014) Ingatan saya memang parah soal tanggal dan waktu. Begitu juga dengan nama; nama orang, nama tempat.. Nah mempertimbangkan hal-hal itu, saya buat posting screenshoot periode dalam hidup saya yang sempat terdokumentasi di facebook ke blog ini. Periode ketika saya bersama teman-teman karib membuat kebun sayur di tahun 2014 lalu. Jangan tanyakan ke saya sejak kapan hingga kapan kami bertani sayur di kebun 20x30 meter itu. Saya lupa!!! Hahahahah.... Namun saya masih ingat, kami membuat 8 bedeng di kebun itu. Setiap bedeng ukurannya 1x10 meter. Kami tanami sayur kangkung dan sawi putih. Jarak antarlubang 15x15 cm.  Saya juga masih ingat perasaan itu; saya sangat menikmati menjadi petani. Merawat sayur itu sebuah proses memupuk kesabaran. Sebuah perjalanan menggembleng kebijaksanaan di dalam diri. Momen ketika menanam sayur jam 5 sore hari, atau ketika bangun pagi jam 6 untuk menyiram sayur, atau ketika jam 3 sore kami m...