Langsung ke konten utama

A Moment To Remember; Bertani Sayur

 
Sayur sawi kami (20 September 2014)

Ingatan saya memang parah soal tanggal dan waktu. Begitu juga dengan nama; nama orang, nama tempat.. Nah mempertimbangkan hal-hal itu, saya buat posting screenshoot periode dalam hidup saya yang sempat terdokumentasi di facebook ke blog ini. Periode ketika saya bersama teman-teman karib membuat kebun sayur di tahun 2014 lalu.

Jangan tanyakan ke saya sejak kapan hingga kapan kami bertani sayur di kebun 20x30 meter itu. Saya lupa!!! Hahahahah.... Namun saya masih ingat, kami membuat 8 bedeng di kebun itu. Setiap bedeng ukurannya 1x10 meter. Kami tanami sayur kangkung dan sawi putih. Jarak antarlubang 15x15 cm. 

Saya juga masih ingat perasaan itu; saya sangat menikmati menjadi petani. Merawat sayur itu sebuah proses memupuk kesabaran. Sebuah perjalanan menggembleng kebijaksanaan di dalam diri. Momen ketika menanam sayur jam 5 sore hari, atau ketika bangun pagi jam 6 untuk menyiram sayur, atau ketika jam 3 sore kami menyiang rumput dari sayuran--satu orang di tiap bedeng--itu kesempatan yang baik untuk merenungi banyak hal.

Menjadi petani sayur adalah satu dari sedikit kesuksesan yang pernah saya capai. Saya berbangga untuk hal itu. Saat menulis ini, saya teringat akan kebun sayur kami dan merindukan kesempatan di masa mendatang untuk melakukannya kembali..


_pelancong












Ina dan Hando menyiram kangkung, Septermber 2014

Panen!! (29 September 2014

Hando dan saawi :D (29 September 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.