Memisahkan diri dari penilaian agama terhadap setiap tindakan, tulisan ini berbicara tentang pengertian personal saya terhadap suasana surga. Bagaimana saya hidup, berpikir dan bertindak bila tiba waktu saya berada di surga. Bagi anak rembulan seperti saya, terjaga di jam 00.23 dini hari adalah rutinitas. Kondisi saya masih prima seperti di siang hari bolong untuk kebanyakan orang. Begitu pula pada Sabtu(3/7) dini hari itu. Satu gelas kopi baru saja tandas menyisakan ampas, sementara 234 bungkusan 12 batang (rokok kretek terbaik produk negeri ini) masih tersemat di jemari saya. Kilas cahaya di layar Hand Phone membawa sebuah pesan whatsapp masuk; Dari : NF 081 338 xxx xxx Ferdy, Buat Ferdy, seperti apa surga itu? Saya penasaran Saya yakin setiap orang punya definisi atau penjelasan masing-masing Saya terhenyak sesaat. Apa yang sudah berkecambah dalam pikiran pengirim pesan ini? Pertanyaan filosofis ini dia kirimkan di jam...