Tulisan dan foto: HYF "Ini jenis batuan tuff ", begitu analisa Franyo, teman seperjalanan saya yang sarjana Geologi. Dari Kota Maumere, k ami telah berkendara sekitar 40 km ke arah selatan dan melanjutkan berjalan kaki 20 menit menyusuri tepi kali Batik Wair ke arah hulu untuk bisa tiba di tempat ini. Selain saya dan Franyo, ada delapan rekan lain yang melancong bersama kami. Cuaca cerah pada Sabtu, 7 Januari itu. Ini hal yang baik sekali, mengingat saat ini sudah musim hujan dan kami, sekali lagi, sedang ada di hulu sungai. Ini tentu berbahaya bila saja hujan lebat tiba-tiba datang. Chen sedang mengamati dinding ngarai Sebagian warga Sikka mengenal Batik Wair yang terletak di desa Lela di pesisir selatan Kabupaten Sikka sebagai nama sebuah kali. Namun di tahun 2015 yang baru kita tinggalkan, tempat ini lebih banyak dikenal oleh banyak warga setelah beberapa pelancong lokal menyebar foto dan cerita di media sosial tentang ngarai kecil di hulu bendungan Bati...