Tulisan dan foto: HYF
"Ini jenis batuan tuff", begitu analisa Franyo, teman seperjalanan saya yang sarjana Geologi. Dari Kota Maumere, kami telah berkendara sekitar 40 km ke arah selatan dan melanjutkan berjalan kaki 20 menit menyusuri tepi kali Batik Wair ke arah hulu untuk bisa tiba di tempat ini. Selain saya dan Franyo, ada delapan rekan lain yang melancong bersama kami. Cuaca cerah pada Sabtu, 7 Januari itu. Ini hal yang baik sekali, mengingat saat ini sudah musim hujan dan kami, sekali lagi, sedang ada di hulu sungai. Ini tentu berbahaya bila saja hujan lebat tiba-tiba datang.
| Chen sedang mengamati dinding ngarai |
Sebagian warga Sikka mengenal Batik Wair yang terletak di desa Lela di pesisir selatan Kabupaten Sikka sebagai nama sebuah kali. Namun di tahun 2015 yang baru kita tinggalkan, tempat ini lebih banyak dikenal oleh banyak warga setelah beberapa pelancong lokal menyebar foto dan cerita di media sosial tentang ngarai kecil di hulu bendungan Batik Wair.
Batuan Tuff seperti disebut Franyo adalah batuan yang terbentuk dari kombinasi debu, batuan dan fragmen mineral piroklastik yang terlempar ke udara dalam erupsi gunung api kemudian jatuh ke permukaan bumi sebagai suatu endapan campuran. Lantas akibat pengikisan air kali selama bertahun-tahun, terpahat relief nan artistik seperti ini.
Ini perkiraan kami. Saya kira Pemkab Sikka patut untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Kecantikan ngarai ini berpeluang untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Sebagai pecinta fotografi, pola garis-garis, lekukan, dan beragam warna di dinding ngarai membuat saya tidak bosan menggunakannya sebagai latar untuk memotret teman-teman perjalanan saya.
Beberapa tips untuk Anda yang ingin mengunjungi tempat ini:
--untuk keselematan, sebaiknya memilih waktu di musim panas,
--bawa makanan dan minuman dari tempat Anda berangkat,
--belum ada papan penunjuk arah. Minta pentunjuk warga desa agar tidak tersesat.
| Ina, seorang model |
| Foto keluarga anggota Unipala, mahasiswa pecinta alam Universitas Nusa Nipa Maumere |
| Flores memang pulau surga. Anda menjejakan kaki kemana pun, bahkan di celah-celah terkecil, ada tempat menarik disana! |
Komentar
Posting Komentar