Jemarinya cekatan mencelup peralatan makan; mangkok, gelas plastik, sendok dan garpu—ke dalam baskom. Ia membasuh sisa makanan dengan air dari baskom. Lantas dari wadah yang lain, si gadis yang usianya tak lebih 13 tahun—mengambil sabun dan membasuh perkakas tersebut. Barangkali empat atau lima kali sapuan. Lalu membilaskannya pada baskom yang lain. Sekarang, peralatan yang nampak bersih itu dia letakkan pada tirisan. Tak berselang lama, perempuan yang lebih tua, mungkin ibu si gadis tadi, mengambil mangkok yang belum seberapa kering itu. Lalu meletakkan mie dan kuah serta lainnya. Lalu seorang bapak bergegas mengantar pesanan kepada pengunjung yang nampaknya menunggu tidak sabaran. Lantas kembali dengan peralatan makan dari pelanggan lainnya. Dan si gadis kembali bekerja. Dengan baskom yang sama, air yang sama. Sabun yang sama. Warung tenda di koridor utara Taman Nostalgia Kupang memang sibuk pada jam seperti ini. Jam 9 malam, suatu hari di bulan Agustus 2015. Ilustrasi r...