Seperti Kanaan bagi Abraham, sekerat surga di pinggang bukit ini adalah Tanah Terjanji saya. Saya sering membayangkan bisa tinggal di tempat seperti ini: tanah pertanian yang tenang dengan pandangan bebas ke lautan, bersangga di punggung bukit. Tempat dimana bisa membangun rumah, dengan hutan kecil menjadi sekat dunia dalam dan dunia luar. Sebelum hari ini, saya pikir tempat seperti itu hanya ada dalam mimpi-mimpi saya yang absurd. Nyatanya imaji surga kecil ini ada juga di bumi; di Maumere, sebuah kota kecil di belahan timur pulau Flores. Lebih menakjubkan dari yang sanggup saya bayangkan, lanskap disini memberi tambahan bonus; bisa menyaksikan terbit dan tenggelamnya mentari. Saya begitu girang ketika menemukan kawasan ini. Memunggungi bukit, saya menatap laut di bawah sana. Bila saja di tepi pantai itu ada sebuah dermaga kecil, tempat saya bisa menambatkan perahu berlengan ganda. Pastinya menyenangkan, sore hari, selepas mengurus kebun sayur dan buah, saya ...