Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Contemplation

Tanah Terjanji

Seperti Kanaan bagi Abraham, sekerat surga di pinggang bukit ini adalah Tanah Terjanji saya.  Saya sering membayangkan bisa tinggal di tempat seperti ini: tanah pertanian yang tenang dengan pandangan bebas ke lautan, bersangga di punggung bukit. Tempat dimana bisa membangun rumah, dengan hutan kecil menjadi sekat dunia dalam dan dunia luar. Sebelum hari ini, saya pikir tempat seperti itu hanya ada dalam mimpi-mimpi saya yang absurd. Nyatanya imaji surga kecil ini ada juga di bumi; di Maumere, sebuah kota kecil di belahan timur pulau Flores. Lebih menakjubkan dari yang sanggup saya bayangkan, lanskap disini memberi tambahan bonus; bisa menyaksikan terbit dan tenggelamnya mentari. Saya begitu girang ketika menemukan kawasan ini. Memunggungi bukit, saya menatap laut di bawah sana. Bila saja di tepi pantai itu ada sebuah dermaga kecil, tempat saya bisa menambatkan perahu berlengan ganda. Pastinya menyenangkan, sore hari, selepas mengurus kebun sayur dan buah, saya ...

"Matty, today is the last day of winter"

Apakah jamak bagi kamu menyaksikan seseorang menyela dirinya sendiri ketika ia tengah mempertontonkan kemegahan dirinya di hadapan dunia? Baru-baru ini saya menemukan salah satu diantara kelompok kecil itu. Usianya sudah 79 tahun ketika itu. 
  U NTUK sesuatu yang tidak diketahui, kita mempunyai pilihan; menjadi takut, Exposure -9.55 atau berkenalan. Exposure 0.00  _pelancong Jelang-lewat malam 11.11 WITA 26 September 2016
Melewati area persawahan acap kali ingatan saya terhubung kepada Opa Franky Sahilatua dan lagu-lagu baladanya. **** Kemarin saya ke Desa Kolisia, 24 km dari barat laut Kota Maumere. Para petani tengah memisah batang padi dengan bulirnya. Beramai-ramai. Lelaki dan perempuan. **** Tahun ini panenan gagal", dari tengah kelompok itu kata seorang dari tengah kumpulan itu. ****  
Saya lebih memilih hidup di kota kecil. Saat malam, seperti saat ini, saya dapat dengan tenang menyusuri jalan-jalan kota, merenung. Sesekali berhenti, mengamati langit yang berpupur bintang. Ini sudah sebuah wisata. _pelancong  9 April 2016 Ini foto di Bukit Salib-Magepanda, Kabupaten Sikka, Agustus 2013. Saat itu saya bersama Kk Alfons Hillari sedang 'tertular virus' memotret Bimasakti. Mas Widhi Bek adalah dalang dibalik semua itu :D :D Makasih Mas Wid :)

Januari 1, 2016. Jumat

      Tahun baru di Maumere, 1/1/2016 00.22 WITA Kita membuka lembaran pertama tahun ini di hari Jumat, awal liburan akhir pekan. Apa artinya 2016 menawarkan lebih banyak kesempatan menikmati hidup? Semoga saja :D :D Semoga perdamaian tercapai dimana konflik berkecamuk di tahun yang terlah berlalu.  Semoga orang-orang yang terpinggirkan dari pembangunan mendapat kesempatan yang lebih besar tahun ini.  Semoga mereka yang tengah berjuang terhadap ketidakadilan boleh menjalani tahun yang adil.  Semoga semua yang merasa "kecil" dapat mejalani tahun ini dengan hati besar. Semoga kita lebih peduli terhadap mereka yang terpinggir, yang mengalami ketidakadilan, yang kurang bahagia. Semoga semua orang lebih bahagia tahun ini. :D :D "Dunia adalah tempat yang menarik. Dan kita, kita adalah orang-orang yang selalu ingin tahu dengan kejutan yang dunia berikan. Kita menikmati menjalaninya" _pelancong
Mahasiswa Yang Linglung?   Cerita Kecil Tentang Mahasiswa Masa Kini Bandar Udara Frans Seda Maumere, NTT, Selasa 13 Oktober 2015 - Saya tengah bersama seorang sahabat, Karaeng 'Ara' Corebima ketika percakapan ini berlangsung. Sambil menunggu jadwal check in untuk penerbangannya, pria paruh baya ini mengutarakan pada saya tentang pertemuannya dengan seorang mahasiswa salah satu universitas di Kota Maumere. Cerita Ara, "saya kemarin ketemu dengan satu mahasiswa, adik tingkat pada program studi yang sama dengan kamu, Ilmu Komunikasi. Saya tanya dia, 'apa alasan kamu mengambil jurusan itu dan nanti setelah lulus mau jadi apa?' Kemudian saya katakan ke dia, 'banyak orang jadi wartawan dengan belajar otodidak. Banyak juga yang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi yang juga otodidak. Tidak perlu sekolah khusus untuk bidang ini'.  Anak itu kebingungan. 'Tidak tau', hanya itu jawaban dia", pungkas Ara. Ilustrasi (Sumber: riz...

Seperti Apa Surga Itu?

Memisahkan diri dari penilaian agama terhadap setiap tindakan, tulisan ini berbicara tentang pengertian personal saya terhadap suasana surga. Bagaimana saya hidup, berpikir dan bertindak bila tiba waktu saya berada di surga. Bagi anak rembulan seperti saya, terjaga di jam 00.23 dini hari adalah rutinitas. Kondisi saya masih prima seperti di siang hari bolong untuk kebanyakan orang.   Begitu pula pada Sabtu(3/7) dini hari itu. Satu gelas kopi baru saja tandas menyisakan ampas, sementara 234 bungkusan 12 batang (rokok kretek terbaik produk negeri ini) masih tersemat di jemari saya.  Kilas cahaya di layar Hand Phone membawa sebuah pesan whatsapp masuk; Dari : NF 081 338 xxx xxx Ferdy, Buat Ferdy, seperti apa surga itu? Saya penasaran Saya yakin setiap orang punya definisi atau penjelasan masing-masing Saya terhenyak sesaat. Apa yang sudah berkecambah dalam pikiran pengirim pesan ini? Pertanyaan filosofis ini dia kirimkan di jam...
 Mengexplore Sikka Dari "Laboratorium" Pasar Alok     Selepas Festival Adventure Indonesia 2014 di Lamalera, Kabupaten Lembata pada 24 – 29 September lalu, beberapa orang traveler yang ikut dalam festival itu menyempatkan untuk mengunjungi Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Dua diantaranya adalah Bang DJ dan Mbak Adjie. Kata mereka, “ingin explore (Kabupaten) Sikka”, selanjutnya mereka akan ke Kota Ende dan kembali ke kota tempat mereka tinggal. Moffers Photography mendapat kehormatan menjadi tuan rumah untuk para sahabat traverler ini. Komunitas pecinta foto Maumere ini mengusulkan beberapa spot untuk mereka kunjungi pada Selasa (30/9/14); Gereja Tua dan rumah raja Sikka “Lepo Gete” di Kampung Sikka, dan Pantai Koka, Kecamatan Paga. Tak dinyana Selasa pagi sebelum berangkat ke Kampung Sikka, Mbak adjie dan Bang DJ ingin terlebih dahulu ingin pergi ke pasar. Rupanya mereka berdua tertarik untuk menyaksikan interaksi masyarakat lokal, dan pasar adalah “laborato...