Langsung ke konten utama

2019: Penjelajahan Pemikiran dan Janji Kehidupan pada Huma di Atas Bukit





Awal 2019 ini saya kembali menekuni pertanian. Senang sekali bisa 'pulang ke rumah' :)


#1

Hari ini saya sedang sangat gembira sekaligus letih, namun tidak dapat menahan diri untuk berbagi. Kontradiktif e? Ya, saya masih :D

Saya ingin sekali menulis banyak hal tentang penjelajahan saya di dunia baru; bidang perkebunan. Juga mengenai perkembangan proyek pertanian sayur saya yang rencana akan dimulai pada Februari mendatang. Beberapa gagasan terkait filmografi, bidang yang belum lama saya tekuni--sedianya akan juga saya bagikan.

Sebagai akibat dari kontra kondisi di atas, dalam catatan perdana saya pada 2019 ini, saya bagikan dulu teasernya. Cerita lanjutan segera menyusul. Mungkin akan lewat serial feature ;)



Salam Hangat dari Dunia Kecil. Sampai nanti!


_pelancong






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.