Langsung ke konten utama

MAUMERE TV: Televisi Lokal Berbasis Facebook



https://www.facebook.com/maumeretv/

Oleh Herman Yoseph Ferdy*


Facebook telah meng-global. Aplikasi media sosial tersebut tidak saja digandrungi kaum muda tapi juga paruh baya. Tidak lagi milik warga Amerika Serikat, tapi orang-orang di berbagai pelosok dunia.


Tiga belas tahun silam, Mark Zuckerberg tentu tidak membayangkan suatu saat aplikasi yang dirintisnya akan menjadi biang pengaduan polisi terhadap Antonius, sebut saja begitu. Pemuda yang berdomisili di Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dipolisikan lantaran mengepos foto seorang penderita gangguan syaraf pada akun facebook-nya.

Nasib serupa dialami HW, seorang pejabat BUMN Cabang Kabupaten Sikka. Pria 50an tahun ini dituntut pasal pencemaran nama baik akibat komentarnya pada sebuah grup diskusi facebook dianggap merendahkan martabat si pelapor. 

Namun, berkat aplikasi ini pula lahir komunitas #KAHE, Sastra Nian Tana. Bermula dari grup diskusi facebook, anggota #KAHE kemudian rutin kopi darat. Dampaknya terasa; virus literasi sastra mulai menyebar di kalangan muda Sikka. Selain di grup facebook, #KAHE mengkampanyekan sastra melalui siaran berkala di sebuah stasiun radio lokal, mendorong anggotanya menulis di berbagai media dan mengadakan pembacaan puisi di berbagai lokasi. Mereka juga telah berhasil mementaskan sebuah teater yang mendapat sambutan hangat dari publik Sikka. 

LATAR BELAKANG

MAUMERE TV lahir di tengah dinamika ini, yaitu antusiasme warga Sikka berinteraksi di facebook. Media sosial ini menghubungkan publik Sikka baik dalam kelompok privat maupun sosial. Komunikasi sosial warga tercermin dari menjamurnya grup diskusi facebook tentang Sikka. Masukan kata pencarian “Sikka” atau “Maumere”, Anda akan menemukan sedikitnya 10 grup diskusi aktif. Anggotanya dari belasan hingga puluhan ribu. Ia terpecah dalam beragam segmen topik. Politik, wisata, pendidikan, sastra, budaya, olahraga, jual beli, bursa pencari kerja, informatika, bahkan pornografi.

Setiap hari orang Sikka—baik yang berdomisili di Kabupaten Sikka maupun diaspora—memproduksi berita, opini dan kajian populer terkait berbagai isu yang berhubungan dengan Kabupaten Sikka dalam berbagai grup diskusi bertemakan Sikka di facebook.

Topik politik, wisata dan lingkungan, dan olahraga menjadi wacana dominan dalam 3 grup diskusi dengan member lebih dari 20.000 akun. Nyaris setiap hari para member grup inimaumere.com, Forum Peduli Rakyat Sikka dan Forum Rakyat Pencari Keadilan mendiskusikan kebijakan politik Pemerintah Kabupaten Sikka. Mulai dari mutasi ASN, indikasi korupsi pejabat pemerintah, proyek-proyek tidak tepat sasaran dengan bumbu KKN. Sayangnya diskusi semacam ini nyaris tidak dikuti dengan rencana aksi. Ia lebih seperti olahraga otak. Aktivisme klik, bisa dibilang begitu. 

Belakangan muncul komunitas-komunitas pemuda yang mencoba menyumbang sesuatu. Selain #KAHE, ada juga Shoes for Flores, komunitas yang mengumpulkan sepatu untuk disumbangkan kepada siswa di daerah pedalaman Kabupaten Sikka dan daerah lainnya di pulau Flores. Contoh lain adalah munculnya taman baca yang dikelola orang per orang. Insiator gerakan semacam ini biasanya pemuda di rentang usia 20-40 tahun. 

Mayoritas dari dari gerakan semacam itu menggunakan facebook sebagai media membangun komunitas sekaligus kampanye gerakan.

Mengamati dinamika masyarakat virtual Kabupaten Sikka tersebut, penggagas MAUMERE TV  melihat peluang untuk menyediakan saluran aspirasi publik. Kehadiran MAUMERE TV, diharapkan mampu memberikan ruang kepada publik Sikka untuk mem-visualkan berita, opini dan kajian populer secara akurat,  bertanggungjawab dan bernilai guna. Juga, melalui televisi dengan platform facebook ini, pendiri MAUMERE TV  mengusung misi untuk mendorong publikasi yang luas terhadap berbagai praktik cerdas yang tengah berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Sikka. Oleh karenanya, MAUMERE TV menetapkan Jurnalisme Warga sebagai program prioritas.   

Kami  juga meyakini melalui publikasi semacam ini dapat memicu lebih banyak orang melakukan sesuatu yang positif untuk menjawab kebutuhan pembangunan, meskipun dengan keterbatasan prasarana. Pegiat MAUMERE TV memproduksi liputan-liputan berita dengan smartphone. Ini sekaligus menjadi pernyataan sikap, bahwa dengan gadget yang semakin memasyarakat, banyak orang mampu memproduksi lebih dari sekedar status facebook atau pun swafoto. 

Mengenai pemilihan facebook sebagai paltform MAUMERE TV, dilatarbelakangi tiga hal; Pertama, bahwa media dalam demokrasi berperan sebagai ruang publik. Ruang publik adalah wahana dimana warga negara dapat saling mengutarakan pendapat untuk mencapai kesepahaman bersama mengenai kepentingan mereka. Media sosial telah memainkan peranan ruang publik baru untuk perjumpaan warga. Di saat yang sama kehadiran media sosial sekaligus memecah kebuntuan saluran informasi sebagai akibat agenda media massa mainstream yang berseberangan dengan agenda warga.

Meski saat ini banyak media sosial yang telah umum digunakan masyarakat global; seperti twitter, YouTube, blog; namun facebook menempati peringkat teratas aplikasi yang digunakan masyarakat Sikka. Melalui facebook, masyarakat memiliki kemudahan akses untuk bertemu stakeholder berbagai bidang. 

Walau Kabupaten Sikka saat ini belum memiliki Peraturan Daerah sebagai perpanjangan UU Keterbukaan Informasi Publik, sebagian pejabat ASN dan instansi pemerintah telah memiliki akun facebook. Bahkan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Komunikasi dan Informatika pada Februari lalu membuat grup facebook Tampung Opini dan Aspirasi Publik. Menyusul kemudian Halaman Dinas Komunikasi dan Informatika Sikka diluncurkan pada Maret lalu.

Kedua, para penggagas MAUMERE TV menyadari potensi jangkauan internet akan menembus lapisan masyarakat hingga pelosok desa pada tahun-tahun mendatang. Televisi berbasis internet, apapun platfom-nya adalah keniscayaan.

Terakhir, menghadirkan televisi teresterial pun bukan perkara mudah. Selain dukungan modal yang besar, pengurusannya pun rumit. Belum lagi ketersediaan sumber daya manusia. Meski pada November 2016 sempat mengemuka wacana pendirian televisi Maumere, namun ia kemudian gugur. Terkendala dana dan rumitnya mengurus perizinan.

PERKEMBANGAN

Dicetuskan tanggal 17 Desember 2016, pada 4 Januari 2017 kami meluncurkan Beta Project dengan nama ANSELMIA TV. Page facebook ini diluncurkan untuk mempelajari mekanisme pengelolaan televisi dengan media tayang facebook. Page facebook MAUMERE TV kemudian diluncurkan pada 16 Januari 2017. Kemudian fase siaran percobaan berlangsung pada 16 Januari 2017 hingga 16 April 2017.
 
Format MAUMERE TV sebenarnya tidak berbeda jauh dari video blog. Hanya saja kami melakukannya dengan lebih sistematis. Liputan MAUMERE TV diproduksi dengan mempertimbangkan program tetap harian, mingguan dan bulanan.

Sampai tanggal 6 Mei 2017, MAUMERE TV baru memperkenalkan empat program acara yaitu KABAR SIKKA, PANDUAN JURNALISME WARGA dan SOSOK. Paling buntut adalah mata acara PERSPEKTIF. KABAR SIKKA  telah menayangkan  25 reportase, 4 diantaranya adalah reportase kiriman warga Kabupaten Sikka. 

Seperti namanya, PANDUAN JURNALISME WARGA adalah program acara berseri tetang tips dan trik untuk para jurnalis warga. MAUMERE TV telah menerbitkan dua video panduan. Ke depan, kami merencanakan untuk memproduksi video panduan lainnya. 

Program SOSOK adalah sebuah program yang mengangkat tokoh-tokoh inspiratif di Kabupaten Sikka. Program ini sedianya akan menjadi progam bulanan. Demikian sejauh ini kami sudah menerbitkan satu SOSOK. Dalam waktu dekat, satu lagi akan menyusul.

Dalam PERSPEKTIF, pemirsa disuguhkan isu sosial teraktual. Dalam durasi sekira 5 menit, khalayak diajak menyimak pandangan dari berbagai kalangan tentang topik bersangkutan.  

Saat ini kami tengah mempersiapkan program baru yaitu MUSIKISME, sebuah acara musik yang menampilkan band-band lokal yang belum berkesempatan masuk dapur rekaman. Selain itu bersama #KAHE, MAUMERE TV merencanakan program sastra bulanan.

Perizinan pun tengah diurus. Di tahap awal MAUMERE TV mendaftar sebagai komunitas pers pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka. Di masa mendatang diharapkan televisi ini memiliki payung hukum formal.

Saat ini MAUMERE TV dikelola 5 orang. Sebagai komunitas pers yang tidak terafiliasi dengan pihak mana pun, operasional televisi ini mengandalkan swadaya pengurus.

RESPON MASYARAKAT

Ringkasan Halaman (Sumber: Facebook Insight Report)
Sampai tanggal 6 Mei 2017, Page MAUMERE TV memiliki 1636 Suka. Atau total 1774 jika menyertakan jumlah Pengikut. Interaksi kiriman lebih dari 39.690 pengguna facebook dalam 1 bulan terakhir (8 April-5 Mei). Sejauh ini Page MAUMERE TV dikenal masyarakat dari kiriman-kiriman yang dibagikan Admin Page ke grup-grup diskusi facebook  terkait Kabupaten Sikka. 

Melihat respon positif dari masyarakat, kami meyakini dengan kampanye yang terencana, MAUMERE TV akan menjangkau lebih banyak masyarakat Sikka. Kami merencanakan untuk menjalankan skema promosi untuk page facebook MAUMERE TV dan program Jurnalisme Warga pada 16 Mei mendatang. Sementara ini kami memprioritaskan waktu untuk memperkaya program acara.

HARAPAN

Visi-misi dan program acara televisi berbasis facebook mungkin terdengar idealis. Pengembangan jurnalisme warga di sebuah kabupaten kecil di timur Indonesia, boleh jadi adalah ide yang terlampau ambisius. Bagaimana pun juga hal ini tetap patut dicoba dengan gagah berani. 

Empat bulan ke belakang sama sekali tidak ada produksi jurnalisme warga Sikka dalam format audio visual. Istilah ini pun boleh jadi asing untuk sebagian kalangan di Kabupaten Sikka. Namun, saat ini MAUMERE TV telah menayangkan empat liputan warga. Keempatnya divideokan oleh mereka yang hampir tidak pernah membuat rekaman video. Tiga diantara empat itu juga ditulis oleh kaum non jurnalis. 

Jurnalisme warga tersebut, sebagaimana diakui para kontributor liputan—dihasilkan dari kombinasi mempelajari Panduan Jurnalisme Warga produksi MAUMERE TV dan memori yang tersimpan di bawah sadar dari pengalaman menyaksikan berita-berita di televisi.

Kami percaya jurnalisme warga mampu berkembang di Kabupaten Sikka sebagaimana keyakinan kami pada ungkapan, “perusahaan media boleh mati. Tapi jurnalisme tidak boleh mati”. 


*Bergiat di Maumere TV

Catatan: Terlalu dini sebetulnya untuk menulis tentang MAUMERE TV. Namun banyak pertanyaan yang diajukan kepada kami tentang kapan siaran di tv (terestrial)? Channelnya berapa? Atau lainnya seperti kenapa di facebook? Kantornya dimana? Kamu siapa-siapa saja? :D :D
Untuk menuntaskan dahaga atas pertanyaan tersebut, tulisan ini diterbitkan. :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.