Teks:Herman Yoseph Ferdy Foto: Valentino Luis
“Si hitam” dengan aroma khas ini sungguh digemari banyak orang. Faktanya banyak dari kita yang merasa tak lengkap bila memulai hari tanpa menyesap secangkir kopi. Bagi Anda para pecinta kopi Indonesia, penting untuk mengetahui perkembangan kopi Nusantara.
Berikut ini ulasan tentang Kopi Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.
Tahun 2016 menjadi tahun yang menggembirakan bagi industri kopi tanah air. Pertengahan April lalu Indonesia didapuk sebagai Portrait Country pada pameran kopi terbesar dan bergengsi dunia, Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo ke-28 di Atlanta, Amerika Serikat. Portrait Country adalah penghargaan SCAA yang merupakan asosiasi kopi spesial terbesar dunia kepada negara penghasil kopi-kopi terbaik.
Kopi memang bukan tanaman indigenous Indonesia. Namun selama lebih dari 3 abad terakhir, Indonesia telah menyuguhkan kepada dunia keanekaragaman cita rasa kopi nusantara.
Budidaya kopi di Indonesia
Mayoritas perkebunan kopi di Indonesia dimiliki petani kecil dan koperasi. Dua varietas kopi yang dikembangkan secara luas berasal dari jenis arabika dan robusta. Mari mengulik karakter kopi arabika dan robusta.
Kopi arabika memiliki karakter yang cenderung asam dan lebih kaya rasa. Bijinya berbentuk lonjong dan pipih. Kopi arabika hanya dapat tumbuh di dataran lebih dari 700 meter diatas permukaan laut (mdpl). Kandungan kafein yang rendah membuat varian ini disukai oleh 60% penikmat kopi di dunia. Di Indonesia, kopi arabika kebanyakan dibudidayakan di Aceh, Sumatera Utara, Toraja, Flores, Papua.
Sementara untuk jenis robusta memiliki karakter rasa yang cenderung pahit dan tidak kaya akan karakter rasa seperti kopi arabika. Umumnya kopi robusta memiliki karakter rasa lebih nutty. Bentuk biji bulat utuh, dan ukuran nya lebih kecil dari arabika. Varietas inilah yang paling banyak dikembangkan di Indonesia. Kopi robusta dapat tumbuh di dataran rendah dengan elevasi antara 300-700 mdpl.
Harga kopi robusta pun lebih murah dibandingkan jenis Arabika. Di Indonesia, kopi Robusta paling banyak dihasilkan di daerah Lampung, Palembang dan Jawa.
Specialty Coffee Indonesia
Dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia terdapat sedikitnya 12 daerah yang menghasilkan kopi unggulan atau specialty coffee. Kopi unggulan adalah kopi yang memiliki kekhasan karakter rasa. Kopi Indonesia itu sama bhinekanya dengan kebudayaan Indonesia. Setiap wilayah perkebunan kopi di nusantara memiliki karakteristik unik seperti rasa yang mirip cokelat, tembakau, atau rempah. Hal ini karena kopi, sama halnya dengan wine, selain menyerap nutrisi dari tanah juga menyerap aroma dari lingkungannya.
Karakteristik kopi dibedakan atas body (kekentalan), flavor (rasa), dan acidity (tingkat keasaman). Kekhasan kopi terbentuk dari perpaduan faktor alam seperti jenis tanah, tinggi tanah dari permukaan laut dan varietas kopi yang dibudidayakan. Tak kalah penting, faktor manusia seperti metode pemrosesan dan lama penyimpanan juga menyumbang peran atas keistimewaan kopi.
Berikut ini beberapa specialty coffee Indonesia.
Kopi Gayo
Dataran tinggi Gayo di Aceh umumnya memproduksi kopi arabika. Kopi Gayo dikembangkan di wilayah Takengon, kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues yang berada di atas ketinggian 1200 mdpl. Kopi Gayo menyumbang sebagian besar hasil kopi Arabika terbaik nusantara.
Cita rasa kopi Gayo sendiri terasa lebih pahit dengan tingkat keasaman sedang. Aroma rempah yang kuat menjadikan jenis kopi ini disukai. Yang menarik adalah perkebunan kopi arabika di Tanah Gayo merupakan yang terbesar di Asia dengan luas lahan lebih dari 81.000 hektar.
Kopi Mandailing (Mandheling)
Kopi Mandheling adalah salah satu kopi populer di Indonesia, bahkan hingga di dunia. Varietas ini dibudidayakan di Sumatera Utara. Kopi Mandheling memiliki karakter kekentalan yang kuat. Kopi Mandheling memiliki cita rasa unik dengan dengan aroma rempah dan juga earthy. Tekstur kopi Mandheling halus dan baunya tajam.
Kopi Lintong
Secara luas kopi Lintong dikenal dengan produksi green bean atau biji kopi hijaunya. Kekentalannya yang bagus dan kadar asam yang seimbang membuat kopi Lintong disukai oleh penikmat kopi di Jepang dan Belanda. Perkebunannya terletak di daerah sekitar Bukit Barisan, Sumatera Utara. Letaknya berada di ketinggian lebih dari 1400 mdpl yang berhawa dingin. Kopi Lintong membawa karakter aroma rempah dan buah.
Kopi Jawa (Java)
Belum lama ini kopi Raja asal Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menembus pasar di Australia. Padahal, selama ini berbagai kopi di dunia sulit untuk menembus pasar kopi di sana. Pemerintah Negeri Kanguru memang membuat prasayarat yang ketat terhadap kopi dari luar negeri. Misalnya, pemenuhan ketentuan administrasi ekspor impor, jaminan volume produksi, dan keamanan konsumen. Hal ini tentunya sangat membanggakan.
Untuk karakter aroma, kacang dan coklat memberi corak yang khas terhadap kopi Jawa. Kopi Jawa memiliki kadar kekentalan dan keasaman medium. Sebagian besar kopi Jawa melalui proses giling basah. Kopi Jawa juga dibudidayakan di daerah sekitar Pegunungan Ijen, Jawa Timur.
Kopi Priangan (Preanger)
Kawasan Priangan, Jawa Barat adalah salah satu daerah penghasil kopi tertua di Indonesia. Perkebunan kopi telah dikembangkan disini sejak tahun 1699. Kopi Java Preanger berasal dari jenis arabika ini membawa karakteristik rasa kekentalan yang kuat dan keasaman tinggi.
Dari daerah Malabar yang berada di ketinggian 1400 mdpl yang beriklim sejuk, Java Preanger diproduksi untuk konsumen kopi di Eropa.
Kopi Toraja
Orang-orang sering menyebut kopi Toraja sebagai “Queen of Coffee”. Ini karena kopi Toraja mempunyai aroma yang sedap dan rasa yang seimbang. Tana Toraja terletak di pegunungan Sulawesi Selatan memang sangat cocok untuk budidaya kopi.
Kopi Bali Kintamani
Varietas kopi yang satu ini memiliki cita rasa buah-buahan dengan kadar asam sedang. Hal ini dapat terjadi karen kopi Bali Kintamani dibudidayakan di sekitar perkebunan buah dan sayuran atau lebih dikenal dengann sistem tumpang sari. Kopi Bali Kintamani yang memiliki tingkat kekentalan ringan memberi cita rasa yang lembut pada kopi ini.
Kopi Flores Bajawa
Mendengar nama Bajawa, masyarakat Indonesia akan langsung teringat dengan kampung tradisional Bena. Nyatanya Bajawa yang adalah ibukota Kabupaten Ngada di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur juga daerah penghasil kopi unggulan. Kopi ini tumbuh di kaki Gunung Inerie yang subur. Kopi Flores Bajawa dibudidayakan dari jenis arabika. Varietas kopi ini biasanya melalui proses giling basah. Uniknya ia memiliki sedikit aroma buah dan tembakau. Kopi Flores dipasarkan untuk konsumen kopi di Amerika Serikat.
Kopi Wamena
Kopi berasal dari daerah Painaidan Jayawijaya, Papua. Letak perkebunannya yang berada di ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas muka air laut, kopi Wamena menyajikan cita rasa ringan dengan keharuman buah. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah dengan kekentalan yang tinggi.
Para petani di pulau paling timur Indonesia ini membudidayakan tanaman mereka secara organik. Tak pelak, kopi Wamena memiliki kualitas tinggi.
Kopi Luwak
Indonesia juga memiliki satu lagi kopi unggulan yaitu kopi luwak. Harganya di pasaran pun sangat tinggi. Hal ini karena fermentasinya melibatkan hewan luwak. Jenis kopi ini diproduksi dari banyak tempat diantaranya Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Tana Toraja. Walaupun mahal, permintaan pasar terhadap varian ini terbilang tinggi. Itulah mengapa kopi luwak diekspor ke lebih dari 18 negara.
Kopi dan Gaya Hidup
Sejak tahun 2010, Indonesia mengalami kemajuan yang pesat dalam industri dan bisnis kedai kopi. Masyarakat Indonesia makin familiar dengan konsumsi kopi sachet. Bisnis kedai kopi modern yang menawarkan specialty coffee produk dalam negeri juga banyak bertumbuh. Mulai dari kedai kopi yang menggunakan mesin kopi berharga puluhan hingga ratusan juta, sampai kedai kopi modern yang menggunakan alat manual.
Kedai-kedai kopi jalanan yang menawarkan kopi dengan harga murah juga makin berkembang. Jumlah penikmat kopi pun terus bertumbuh. Hal ini makin mengukuhkan kopi lokal sebagai raja di negerinya sendiri.
Ngopi yuk!





Komentar
Posting Komentar