Langsung ke konten utama

J.E. Sahetapy Di Mata Saya

J.E. Sahetapy (Sumber: http://3.bp.blogspot.com)
Setiap mendengar Prof. Jakob Elfinus Sahetapy bicara di ILC Tv One, beliau selalu sanggup memukau saya. Sahetapy bicara dengan tenang dan runut.
Nampak bahwa apa yang beliau katakan telah ditimbang matang-matang. Dipikirkan dengan obyektif, disampaikan dengan jujur, tujuannya mengungkap kebenaran. Bagi saya, J.E. Sahetapy adalah pribadi yang arif.
Inilah yang membuat saya penasaran, darimana beliau dapatkan kualitas ini? Tabir itu akhirnya tersingkap Selasa malam (29/9) dalam diskusi berkaitan dengan peristiwa '65 di ILC. Sahetapy katakan, "ketika saya diundang, saya selalu berdoa dalam hati supaya saya bisa membawa kesejukan dan membawa suasana, ya barangkali kurang keras tapi benak kena". Ooh...ternyata kuncinya berdoa. Minta hikmat kebijaksanaan dan berkat dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih orang tua untuk pelajaran ini. Terima kasih sudah mengingatkan bangsa ini.
Bagi saya, Sahetapy sungguhlah seorang Guru Bangsa.
"Kita bicara untuk membawa kesejukan bagi bangsa ini, tapi bukan membawa kebencian"
--J.E. Sahetapy--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.