Saya cukup kaget begitu menyadari agrowisata belum dikembangkan secara serius di pulau Flores. Meski saat ini Labuan Bajo masuk dalam prioritas pengembangan pariwisata nasional.
Awal pekan ini kami merilis sebuah tajuk tentang agrowisata. Hal ini sebenarnya tidak direncanakan. Kunjungan saya ke Kimang Buleng bermula dari sebuah postingan yang muncul di beranda facebook. Saya senang dengan dunia pertanian. Jadi begitu melihat foto kebun sayur kol di kawasan puncak Gunung Kimang Buleng, saya pikir, 'enak nih, ke sana. Cuci mata lihat sayuran,' haha
Saya berangkat dengan Bernard, anggota tim kami yang juga suka bertani. Begitu kami menepikan kendaraan, yang pertama kali terlintas dalam pikiran saya, 'seseorang perlu melakukan sesuatu dengan tempat ini.'
Kawasan pertanian itu memiliki pemandangan yang memikat. Kita bisa melihat kota Maumere di kejauhan, dengan laut Flores sebagai latar belakangnya. Hawanya juga sejuk. Wajar. Hamparan itu terletak di ketinggian 1400 mpdl. Malah untuk orang Maumere, kita rasanya enggan melepas jaket.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ernest Hemingway bilang, "semua draft pertama tulisan adalah sampah." Tapi saya pikir saya ingin mengabaikan peringatan itu dalam tulisan di blog ini. Setiap hari saya menulis dengan memperhatikan kaidah, saya hanya ingin bebas di sini. Jadi, tulisan ini saya hentikan di sini. Haha

Komentar
Posting Komentar