Langsung ke konten utama

Agrowisata di Flores, Mungkinkah?

Saya cukup kaget begitu menyadari agrowisata belum dikembangkan secara serius di pulau Flores. Meski saat ini Labuan Bajo masuk dalam prioritas pengembangan pariwisata nasional.


Awal pekan ini kami merilis sebuah tajuk tentang agrowisata. Hal ini sebenarnya tidak direncanakan. Kunjungan saya ke Kimang Buleng bermula dari sebuah postingan yang muncul di beranda facebook. Saya senang dengan dunia pertanian. Jadi begitu melihat foto kebun sayur kol di kawasan puncak Gunung Kimang Buleng, saya pikir, 'enak nih, ke sana. Cuci mata lihat sayuran,' haha

Saya berangkat dengan Bernard, anggota tim kami yang juga suka bertani. Begitu kami menepikan kendaraan, yang pertama kali terlintas dalam pikiran saya, 'seseorang perlu melakukan sesuatu dengan tempat ini.'

Kawasan pertanian itu memiliki pemandangan yang memikat. Kita bisa melihat kota Maumere di kejauhan, dengan laut Flores sebagai latar belakangnya. Hawanya juga sejuk. Wajar. Hamparan itu terletak di ketinggian 1400 mpdl. Malah untuk orang Maumere, kita rasanya enggan melepas jaket.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ernest Hemingway bilang, "semua draft pertama tulisan adalah sampah." Tapi saya pikir saya ingin mengabaikan peringatan itu dalam tulisan di blog ini. Setiap hari saya menulis dengan memperhatikan kaidah, saya hanya ingin bebas di sini. Jadi, tulisan ini saya hentikan di sini. Haha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.