Mengenai mahakarya Lionel Ritchie ini saya sempat bingung untuk memutuskan diantara Trully dan Lady. Penjurian semakian sulit karena Lady, yang ditulis oleh Lionel pada sebuah bilik toilet dalam tempo 15 menit itu--dilantunkan oleh Kenny Rogers.
Namun bagimana pun, kita tidak bisa berada di tengah-tengah, bukan? Dalam hidup tidak (boleh) ada abu-abu. Demikian, pada akhirnya pilihan saya jatuh kepada Lady.
Tentunya penilaian ini rentan bias. Lionel punya banyak lagu bagus. Selain yang sudah saya kemukakan, masih ada Stock On You, Crazy (waktu itu bersama The Commodores), She Believes In Me, Hello, dan Endless Love.
Trully menurut saya menjelaskan bagaimana cinta memiliki kemandirian makna. Bukan sekedar sesuatu yang manusia (temukan dan) pelajari. Bukan sesuatu yang manusia beri arti.
Trully... :)
Komentar
Posting Komentar