Langsung ke konten utama

Terima Kasih, Lissie

Waktu sa masih bodok bahasa Inggris, sa pikir Many Rivers to Cross tu lagu perjuangan :D :D






Kamu tida perlu 'ckckck'. Sa dengar ini lagu pertama kali pas SD. Bahasa Inggris sa baru kuasai kosa kata dasar sa. Bemana sa tida terkecoh, Jimmy Cliff nyanyi penuh penghayatan. Baptua pu gaya macam biduan-biduan lagi nyanyi lagu kebangsaan pas siaran Tinju Kelas Berat versi WBO. Sangat khidmat. Belum lagi penontonnya riuh tepuk tangan. Kalo kau di posisi saya, ko pasti terkecoh, to? (Bilang, iya!)


Belum lama ini sa ketemu Lissie di YouTube. Mamtua pu suara pas cover ini 1969 song enak ngeri. Donlotlah saya. Sekarang memang sa punya Inggris masih di begginer level. Hanya situasinya su beda, sodara. Dengan Google Translate makin banyak orang yang bikin status pake bahasa Inggris sa jadi tau kalo ini padahal lagu sedih!
Hahahaha

Terima kasih, Lissie. Kop suara (dan juga Google Translate) buat saya tercerahkan. *emot muka dengan dua biji mata bentuk hati 3x*

(Cerita su abis disini. Tapi biar ini tulisan agak panjang, sa salinkan lirik Many Rivers To Cross.)


Many rivers to cross
But I can't seem to find my way over
Wandering I am lost as I travel along
The white cliffs of Dover
Many rivers to cross and it's only my will
That keeps me alive
I've been licked, washed up for years and
I merely survive because of my pride.

And this loneliness won't leave me alone
It's such a drag to be on your own
My woman left and she didn't say why
Well I guess I have to try.
Many rivers to cross but just where to begin
I'm playing for time
There'll be times I find myself thinking
Of committing some dreadful crime.
I've got many rivers to cross
But I can't seem to find my way over
Wandering I am lost as I travel along
The white cliffs of Dover
Many rivers to cross and it's only my will
That keeps me alive
I've been licked, washed up for years and,
I merely survive because of my pride.


(Sumber: Jimmy Cliff - Many Rivers To Cross Lyrics | MetroLyrics



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenda Masa Depan Generasi Prestasi

Laporan Liputan SMATER Science And English Competition 2016 Antar SMP Se-NT Teks & Foto: HYF Mendung menggelayut di langit Kota Maumere beriring dengan rintik hujan lepas pukul 10.00 WITA, Jumat 18 Maret lalu. Aura kelabu itu kontras dengan suasana di bawah tenda halaman tengah SMATER Maumere. Riuh tepuk tangan ratusan siswa dan guru menggemakan semangat. Hari itu adalah pembukaan “Science And English Competition 2016 Antar SMP se-NTT”.    Seragam aneka warna para siswa SMP dari berbagai daerah di NTT berbaur di bawah tenda di halaman tengah Sekolah Menengah Atas Swasta Katolik Frater (SMATER) Maumere. Putih-Biru dan Safari. Ada juga Batik. Sejak awal panitia telah menyusun aneka piala di sebuah podium di samping panggung utama. Seolah menunjukan kepada setiap kontestan untuk berlomba memenangkan dan membawa pulang sebanyak-banyaknya. Perlombaan ini juga memperebutkan total hadiah Rp 45.000.000,-. Selepas seremoni pembukaan, keriuhan itu usai dan suasana pe...

Endi Paji, Kesetiaan Merawat Sejarah

Sepanjang tiga dekade terakhir, Endi Paji (52 tahun) telah mendedikasikan hidupnya untuk mengelola museum Ledalero. Profesinya dikenal sebagai kurator. "Tulis saja saya staf. Kurator itu ada sekolahnya", tutur Om Endi. ***** Museum Ledalero, 17 km selatan Kota Maumere, NTT menyimpan berbagai benda bersejarah dari pulau Flores. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, museum ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata Sikka.
"Membaca tidak cukup dengan membayangkan. Membaca hingga dapat mencecap (rasa di dalam tulisan)". Begitu kata teman saya pada satu malam di bulan Februari lalu. Saya tidak cukup paham bagaimana sensasi membaca seperti itu, hingga kemudian saya mengecap manisnya artikel ini :)   Di Bawah Bayang-bayang Gunung Ramelau Terima kasih Om Matheos Messakh. Tulisan yang baik sekali.