| Coconut Garden Beach Maumere, Flores |
“Malam ini mungkin hanya kita berdua saja yang datang ke sini bukan karena tempat, tapi karena kopi”
Ruli dan saya saat ini sedang duduk di atas hamparan pasir Coconut Garden Beach. Ia adalah pondok wisata di bibir pantai utara Maumere, Flores. Bagi para pelancong yang singgah di Cape of Flower ini, Coconut Beach dikenal karena arsitekturnya yang didominasi bambu.
| 'Sufi' Ruli sedang menerawang |
Di Maumere kedai kopi belum lagi populer seperti di pulau Jawa. Yang ada adalah warung-warung kopi. Ini menjadi alasan kami ke mari. Berharap kopi di Coconut Beach diracik barista dengan mesin kopi. Maka begitu kami tiba, saya langsung menodong nona front officer, “kopi di sini dibuat dengan mesin kopi kah?
Sayang jawabannya tidak. “Untuk sementara belum. Nanti akan”, begitu balas si nona sembari melempar senyum.
| Tembakaunya Virginia, kopinya arabika Flores |
Walaupun begitu, tak dapat disangkal Coconut Beach Garden adalah tempat yang keren. Seperti sudah saya katakan, arsitekturnya didominasi bambu. Tiang penyangga dari bambu, plafon bambu, atapnya yang dinamis pun dari bambu. Pada bagian taman, puluhan rumah keong dibuat menjadi kap lampu.
Ini lantas memantik kami berbincang tentang destinasi wisata dan ironi pariwisata. Ruli dan saya prihatin dengan fakta bahwa banyak orang datang ke tempat-tempat eksotis hanya untuk foto. Lalu pulang. Lalu foto diupload di medsos dengan bumbu caption syukur, luar biasa bla bla bla. Seperti beberapa pengunjung wanita tadi. Seolah langit berbintang, laut yang tenang juga pondok bambu yang dibangun dengan artistik nilainya sebatas latar belakang foto. Cukup dijamah, tanpa perlu dicinta.
“Apa kenangan hanya senilai display picture?”, tanya saya. “Berarti mereka punya dunia hanya di dunia maya”, imbuh Ruli. Kami tergelak kembali. Rupanya ketenangan malam di pantai menyihir Ruli dan saya menjadi sufi dadakan.
Dua cangkir tempurung kelapa menyisakan ampas kopi. Ah, dan satu tegukan terakhir!
Waktunya pulang. Saya menyisip asa semoga tak lama lagi rasa penasaran kami berdua akan kopi racikan barista terpenuhi. Semoga itu di sini.
Suatu malam nanti, kami akan kembali.
| Akhirnya! Ini malam saya berhasil juga melinting dengan sempurna! :D Butuh 1 bungkus tembakau untuk menghasilkan seperti ini :D :D |
Komentar
Posting Komentar